Self-Esteem Itu Apa, Sih?

Low self-esteem atau krisis percaya diri merupakan salah satu common issue yang sering melanda generasi milenial. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang, seperti dari lingkungan kerja, teman-teman dekat bahkan keluarga. Nah, buat kamu yang punya masalah dengan self-esteem, jangan sedih, karena sebenarnya ini bisa diatasi kok. Namun sebelumnya, kita bahas dulu apa itu self-esteem.

Apa itu self-esteem?

Source:madrasahdigital

Self-esteem merupakan istilah di dunia psikologis yang merujuk pada nilai personal seorang individu, terhadap dirinya sendiri. Dalam arti kata, self-esteem merujuk pada cara Anda menghargai, mengapresiasi, dan menyukai diri sendiri. Lalu apakah self-esteem sama dengan narsistik? Menurut Tara Well Ph.D. dalam Psychology Today, perbedaan besarnya terletak dari kuantitas individu tersebut mencintai dirinya sendiri, jika terlalu berlebihan maka disebut narsistik seperti seseorang melihat ke cermin dan mengagumi diri tanpa henti. Cermin akan merefleksikan kembali diri kita. Melihat refleksi diri kita sendiri dapat menjadi sumber kebahagiaan, atau malah dapat memicu pikiran-pikiran yang tidak mencintai diri sendiri.

Masih mengutip dari Psychology Today, self-esteem yang sehat mengacu pada kepercayaan bahwa kita memiliki kualitas positif dalam diri kita, begitu juga dengan orang lain yang memiliki kualitas positifnya. Jika kita tidak bisa mencintai diri kita sendiri, kita jadi sering membandingkan diri dengan orang lain. Seperti mempercayai kalau kita memiliki kemampuan yang lebih sementara orang lain dibawah kita. Kepercayaan kalau orang lain selalu dibawah kita atau tidak sebaik kita agar kita merasa “lebih” adalah sifat dasar dari narsistik.

Perjuangan Tara Basro memiliki self-esteem yang sehat

Terlepas dari kontroversi yang dilakukan terkait unggahan foto pribadi di akun medsosnya, Tara Basro berhasil menjadi seorang figur yang menyuarakan pentingnya self-esteem yang sehat. Namun untuk berada di titik ini tidak mudah, ladies. Tara Basro mengakui kalau dulu dia punya kadar self-esteem yang rendah. Melansir dari wawancaranya dengan popbela.com, Tara sempat mengalami perjuangan hebat untuk menerima bahwa dia cantik apa adanya. Memiliki kulit eksotis membuat Tara sempat merasa nggak percaya diri akan penampilannya saat remaja dulu karena jauh dari “standar kecantikan” yang terbentuk di masyarakat.

“When I grow up, semua yang aku lihat di billboard, di TV, di majalah, rata-rata physical appearance-nya sangat jauh dengan aku. Dan, aku mengalami juga masa-masa di mana aku merasa nggak bahagia dengan penampilanku. Tapi sebenarnya, along the journey aku akhirnya sadar, perasaan lengkap itu, perasaan bahagia itu nggak tergantung kepada bagaimana aku terlihat di luarnya. Semakin aku lebih kaya dari dalam, semakin aku nggak peduli dengan gimana aku kelihatan di luarnya. Dulu tuh, I went through a heavy depression yang ternyata akumulasi dari hal-hal yang aku lakukan hanya untuk kelihatan cantik. Seperti diet-diet yang nggak sehat, olahraga terlalu ekstrem, minum pil supaya nggak jerawatan, yang ternyata sebenarnya itulah yang bisa menyebabkan hormonal imbalance dan segala macam,”

So inspiring isn’t it? Let’s bring your self-esteem to the next level.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *